Rabu, 25 Juli 2012

#5 Senyuman


Pagi ini kku terbangun karna dingin begitu menusuk kedalam tulang yang rapuh ini..

Entah apa yang terbanyang..
Begitu mata ini terbuka dan menatap mentari
Yang teringat hanya bagaimana engkau tersenyum kepada kku..

Ohhh..
Sungguh perasaan ini tak mampu di ungkapkan dengan sepatah atau berapa kata..

Mungkin ribuan.. atau bahkan jutaan kalimat puitis.
Tak mampu menyampaikan apa yang membuat betapa gelisahnya hati ini..

Huuufftt.. Perasaan apakah ini..
Kku hanya mampu membayangkan betapa indahnya senyuman dari Mu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar